Kekeringan Melanda 38 Desa di Pangandaran, 27.946 Warga Dilaporkan Terdampak

by -300 Views
Kekeringan Melanda 38 Desa di Pangandaran, 27.946 Warga Dilaporkan Terdampak
Sejumlah warga menyiapkan jeriken dan ember untuk menampung air di tengah kekeringan yang melanda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. [Foto: Istimewa]

PANGANDARAN, PangandaranPos.Com – Kekeringan akibat musim kemarau panjang melanda 38 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran melaporkan sebanyak 27.946 jiwa dari 9.494 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan kekeringan telah meluas ke Kecamatan Kalipucang, Padaherang, Pangandaran, Cijulang, Cigugur, Parigi, Cimerak, Sidamulih, dan Mangunjaya.

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Kalipucang menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 8.086 jiwa dari 2.730 KK.

Dampak kekeringan juga tercatat di Kecamatan Padaherang dengan 5.583 jiwa dari 1.880 KK, Kecamatan Pangandaran sebanyak 4.924 jiwa dari 1.665 KK, serta Kecamatan Parigi sebanyak 2.209 jiwa dari 780 KK.

Sementara itu, Kecamatan Cijulang mencatat 1.929 jiwa dari 751 KK terdampak, disusul Cimerak sebanyak 1.763 jiwa dari 523 KK, Sidamulih sebanyak 945 jiwa dari 331 KK, dan Mangunjaya sebanyak 338 jiwa dari 127 KK.

Kecamatan Cigugur juga termasuk wilayah terdampak kekeringan. Namun, rincian jumlah warga terdampak di kecamatan tersebut masih memerlukan verifikasi.

Dodo mengatakan kekeringan telah menyebabkan sumber air di sejumlah wilayah mengering sehingga masyarakat membutuhkan pasokan air bersih.

“Distribusi air bersih jadi kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, terutama bagi daerah-daerah yang sumber airnya sudah mengering total akibat kemarau panjang,” kata Dodo, Kamis (8/10/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, BPBD Pangandaran bersama sejumlah instansi telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 2.453.000 liter melalui 215 armada pengiriman.

Pasokan tersebut berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) sebanyak 1.225.000 liter, BPBD Pangandaran sebanyak 950.000 liter, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebanyak 278.000 liter.

BPBD bersama Tagana Pangandaran terus mengoptimalkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.(hen)

No More Posts Available.

No more pages to load.